Kamis, 20 November 2014

Tips Supaya Kopi Lebih Sehat Untuk Diminum


 Kopi diketahui memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Menurut studi dari University of Scranton, kopi merupakan sumber antioksidan yang sangat baik sehingga minum sejumlah kecil cangkir kopi dalam sehari dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2, alzheimer, bahkan kanker prostat.
Namun, pengolahan kopi juga menentukan manfaatnya. Cara memanggang, menyimpan, menyeduh, hingga meminumnya berpengaruh terhadap cita rasa sekaligus manfaat dari kopi itu sendiri. Berikut merupakan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membuat kopi lebih sehat untuk diminum.

1. Memanggang
Proses pemanggangan kopi berhubungan dengan proses pengubahan asam pada kopi menjadi antioksidan. Semakin cerah warna biji kopi yang sudah disangrai, semakin tinggi kandungan antioksidannya.
Peter Martin, Direktur Vanderbilt University Institute for Coffee, mengatakan, efek antioksidan pada kopi berhubungan dengan senyawa yang disebut asam klorogenat. "Memanggang biji kopi akan mengubah asam ini menjadi antioksidan. Namun, jika terlalu lama, antioksidan akan rusak."

2. Menyimpan
Menurut studi Food Chemistry, biji kopi yang sudah disangrai mengandung antioksidan sehingga paparan udara dapat merusaknya. Itu sebabnya, penyimpannya harus khusus. Biji kopi panggang perlu disimpan di dalam wadah kedap udara. Ketika akan dipakai, baru biji kopi digiling.

3. Menyeduh
Para peneliti dari Italia menemukan lima metode penyeduhan kopi yang berbeda dan menemukan cara menyeduh moka, espresso, dan neapolian membantu menambah kadar antioksidan pada kopi dibandingkan dengan metode menyaringnya. Jika terlalu pekat, maka hasil seduhan dapat ditambahkan air sehingga jadilah kopi americano.

4. Meminum
Bagaimana cara minum kopi yang paling sehat? "Hitam, tanpa gula. Nutrisi dalam kopi akan rusak ketika ditambah bahan lain ke dalamnya," ujar Martin. Meskipun begitu, Anda tetap bisa menambahkan kayu manis untuk menambah cita rasa lain pada kopi Anda. Hasil penelitian juga menunjukkan, kadar antioksidan dalam kopi bisa berkurang jika dicampurkan susu.

Mau bergabung dengan KOALISI ( Komunitas Kopi Arabika Asli Indonesia ) silahkan kunjungi di facebook kami.

Sumber : Kompas.com

Rabu, 19 November 2014

Kopi Toraja

Tongkonan rumah adat Toraja
Sejarah Singkat Kopi Toraja

Di wilayah Indonesia, kopi mulai ditanam pada abad ke-17 dan ini hanya untuk kalangan atas orang orang Belanda. Pada zaman penjajahan tentara Jepang, piak Jepang mencoba membuka perkebunan kopi di Toraja namun gagal. Dengan demikian, kopi Toraja hilang di pasar sejak zaman Perang Dunia ke Dua.

Sesudah perang dunia ke dua, seseorang Jepang yang bernama, Mr. Oki, presiden perusahaan perdagangan kopi, mendengar adanya kopi yang bagus di Toraja namun sudah punah. Dia bermimpi membuat ulang kopi Toraja lalu memutuskan untuk mencari bibit-bibit kopi d wilayah pegunungan dengan kuda atau jalan kaki selama satu bulan lebih.


Berbagai kesulitan dihadapi oleh tim yang dipimpin oleh Mr. Oki. Akhirnya, mereka menemukan beberapa bibit kopi dan mencoba mengebangkannya kembali dan secara perlahan mulai memperbanyak bibitnya. Lalu, mereka bermimpi membuka lahan untuk membuat perkebunan kopi Toraja yang akan diekspor ke pasar dunia.


Kopi Toraja

Kopi Toraja adalah kopi yang memiliki rasa yang khas, rata-rata penikmat kopi tahu akan ke-khas-an rasa dari kopi Toraja ini. Kopi Toraja merupakan kopi yang dihasilkan dari Tana Toraja.

Kopi Toraja ini adalah kopi yang memiliki kandungan asam yang rendah dan memiliki isi yang berat. Kopi Sulawesi dan Kopi Sumatra memiliki rasa yang hampir serupa, seperti rasa tanah dan hutan (bisa kebayang gak rasanya seperti apa ya...). Rasa tersebut muncul karena terpengaruh pemrosesan setelah biji kopi dipetik.

Kelebihan Kopi Toraja dengan kopi yang lain:
Toraja Coffee
  • Memiliki rasa asam yang khas yang tidak dimiliki oleh kopi jenis robusta
  • Aroma lebih harum dan tekenal memiliki soft aroma 
  • Memiliki rasa kental disesap mulut
  • Memiliki rasa mild atau halus
  • Terkenal akan taste pahit mantap  

Kopi Toraja terbaik dan paling terkenal di Sulawesi adalah Kopi Toraja Kalosi, bahkan jenis kopi ini telah tercatat pada situs besar seperti wikipedia. Kopi di Toraja termasuk dalam jenis kopi Arabika. Konon, biji kopi Arabika di Toraja pertama kali ditanam pada tahun 1750. Karena ke-khas-an dari aromanya, sehingga banyak yang memilih meminumnya tanpa campuran bahkan tampa gula sekalipun.

Rasa tersebut sangat dipengaruhi oleh proses pemetikan biji kopi menggunakan teknik tertentu. Ketenaran kopi Toraja hampir menyaingi popularitas kopi Luwak Indonesia. Sekarang, tinggal bagaimana kita mencintai kopi Toraja atau semua kopi khas Indonesia kemudian memperkenalkannya keseluruh penjuru dunia.

Mau bergabung dengan KOALISI ( Komunitas Kopi Arabika Asli Indonesia ) silahkan kunjungi di facebook kami.



sumber: torajacybernews dan wikipedia

Senin, 17 November 2014

Kopi Robusta Nusantara


Istilah Kopi Robusta
 
Istilah “Robusta” sebenarnya merupakan sebutan untuk varietas yang ditanam secara luas dari spesies ini. Spesies ini merupakan tanaman yang berupa semak belukar secara keseluruhannya atau pohon kecil yang tumbuh sampai 10 meter tingginya, akan tetapi memiliki sistem perakaran yang dangkal. Buahnya berbentuk bulat dan membutuhkan 11 bulan untuk menjadi matang, benih (biji kopi) berbentuk oval dan lebih kecil dibandingkan dengan Kopi Arabika. Seperti dikutip dari Wikipedia, Kopi robusta tumbuh di Afrika Barat dan Tengah, sepanjang Asia Tenggara dan tentunya di Brazil, di Brazil sendiri kopi jenis ini dikenal dengan nama Conillon.

Kopi Robusta merupakan keturunan dari beberapa spesies kopi, terutama Coffea canephora. Tumbuh baik di ketinggian 400-700 m dpl, temperatur 21-24° C dengan bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut dan 3-4 kali hujan kiriman. Kualitas buah lebih rendah dari Arabika dan Liberika.

Kopi Robusta  seperti yang telah dijelaskan diatas memiliki ukuran biji yang besar , berbentuk oval, tinggi kafein dan memiliki aroma yang kurang harum. Robusta dapat dikembangkan dalam lingkungan dalam lingkungan dimana arabika tidak akan tumbuh, dan membuatnya menjadi pengganti arabika yang murah. Robusta biasanya tidak dinikmati sendiri, dikarenakan rasanya yang pahit dan asam.



Klasifikasi Robusta 

Kopi robusta (Coffea rubusta Lindl ex DeWild) 
Divisi: Spermatophyta 
Subdivisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Rubiales
Suku: Rubiaceae 
Marga: Coffea

Spesies: Coffea rubusta Lindl ex DeWild
 
Ciri ciri Kopi Robusta:
  • Habitus: perdu, tahunan, tinggi kurang lebih 5 meter
  • Batang: berkayu, keras, tegak, putih keabu abuan.
  • Daun: tunggal. Bulat telur, mengkilat, ujung runcing, tepi merata, pangkal tumpul, panjang 5 – 15 cm dan lebar 4 – 7 cm.
  • Bunga: majemuk, berbentuk paying, diketiak daun kelopak berbagi lima, hijau, mahkota berbentuk bintang, putih, benang sari lima, tangka sari putih, kepala sari hitam, panjang putik kurang lebih 3 cm kepala putik cokelat, putih.
  • Buah: bulat telur, berdiameter kurang lebih 5 mm, masih muda hijau setelah tua berwarna merah.
  • Biji: bulat telur, brbelah dua, keras, putih kotor.
  • Akar: tunggang dan berwarna kuning muda

Kandungan Kimia dan Khasiat Robusta

Daun kopi mengandung alkalonida saponin, flavonida, dan polifenol. Biji kopi Robusta sendiri berkhasiat sebagai pencegah keracunan, obat batuk, dan peluruh air seni.

Mau bergabung dengan KOALISI ( Komunitas Kopi Arabika Asli Indonesia ) silahkan kunjungi di facebook kami.




Kopi Arabika Nusantara





Kopi arabika (Coffea arabica) berasal dari hutan pegunungan di Etiopia, Afrika. Di habitat asalnya, tanaman ini tumbuh dibawah hutan tropis yang rimbun. Kopi arabika banyak ditumbuh di dataran dengan ketinggian di atas 500 meter dpl.

Kopi arabika akan tumbuh maksimal bila ditanam diketinggian 1000-2000 meter dpl. Dengan curah hujan berkisar 1200-2000 mm per tahun. Suhu lingkungan paling cocok untuk tanaman ini berkisar 15-24oC. Tanaman ini tidak tahan pada temperatur yang mendekati beku dibawah 4oC.

Untuk berbunga dan menghasilkan buah, tanaman kopi arabika membutuhkan periode kering selama 4-5 bulan dalam setahun. Biasanya pohon arabika akan berbunga diakhir musim hujan. Bila bunga yang baru mekar tertimpa hujan yang deras akan menyebabkan kegagalan berbuah.

Kopi arabika menyukai tanah yang kaya dengan kandungan bahan organik. Material organik tersebut digunakan tanaman untuk sumber nutrisi dan mejaga kelembaban. Tingkat keasaman atau pH tanah yang diinginkan kopi arabika berkisar 5,5-6.


Karakteristik tanaman


Struktur tanaman kopi arabika pendek menyerupai perdu dengan ketinggian 2-3 meter. Batang berdiri tegak dengan bentuk membulat. Pohon kopi arabika memiliki percabangan yang banyak.
Warna daun kopi arabika hijau mengkilap seperti memiliki lapisan lilin. Daun yang telah tua berwarna hijau gelap. Bentuk daun memanjang atau lonjong dengan ujung daun meruncing. Pangkal daun tumpul dan memiliki tangkai yang pendek. Struktur tulang daun menyirip.

Kopi arabika mulai berbunga setelah musim hujan. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bunga kopi arabika berwarna putih dan bisa melakukan penyerbukan sendiri, tidak ada perbedaan bunga jantan dan betina. Dari bentuk kuncup hingga menjadi buah yang siap panen membutuhkan waktu 8-11 bulan.

Bentuk buah kopi arabika bulat seperti telur, dengan warna buah hijau kemudian berubah menjadi merah terang saat matang. Apabila buah telah matang cenderung mudah rontok. Oleh karena itu harus dipanen dengan segera. Buah yang rontok ke tanah akan mengalami penurunan mutu, cenderung bau tanah.

Pohon kopi arabika mempunyai perakaran tunjang yang dalam. Guna akar yang dalam ini untuk menopang pohon agar tidak mudah roboh dan bertahan pada kondisi kekeringan. Pertumbuhan akar ditentukan sejak pohon dipindahkan dari pembibitan. Pohon yang perakarannya tidak tumbuh dengan baik, akan mengganggu produktivitas.


Karakteristik produk akhir

Secara umum kopi arabika dihargai lebih tinggi dibanding jenis lainnya. Dari segi rasa, kopi arabika mempunyai jangkauan rasa yang luas. Setiap varietas kopi arabika yang ditanam ditempat berbeda akan memiliki perbedaan citarasa yang signifikan.
Kopi arabika memiliki aroma yang kuat, sifat kekentalan (body) ringan hingga sedang dan tingkat keasaman tinggi. Selain itu, kandungan kafein kopi arabika lebih rendah dibanding robusta yaitu sekitar 0,8-1,5%.


Perdagangan kopi arabika
 
Lebih dari 65% perdagangan kopi dunia di dominasi oleh jenis arabika. Selain mendominasi pangsa pasar, saat ini kopi arabika dihargai lebih tinggi hampir dua kali lipatnya dibanding robusta. Pusat perdagangan kopi arabika berada di bursa komoditi New York.
Penghasil kopi arabika terbesar ada di negara-negara Amerika Latin. Hampir 90% produksi kopi negara-negara Amerika Latin jenis arabika. Brasil merupakan produsen kopi arabika terbesar dunia. Sedangkan konsumen kopi terbesar dunia adalah negara-negara Uni Eropa, disusul Amerika Serikat dan Jepang.


Jenis Kopi di Nusantara

Indonesia  menjadi salah satu negara penghasil kopi kualitas terbaik di dunia.  Jenis-jenis kopi di Indonesia yang beragam menjadikan Indonesia begitu mudah menembus pasaran luar negeri. Tercatat beragam kopi dari Aceh sampai Merauke dengan kualitas terbaik. Berikut adalah beberapa daftar kopi-kopi terbaik yang ada di Indonesia dan layak untuk Anda coba.


1. Kopi Gayo asal Aceh ­- Kopi ini adalah salah satu jenis kopi andalan Indonesia, memiliki kelas premium. Dengan tempat penanaman didataran tinggi memberi manfaat pada kualitas yang dimiliki oleh kopi jenis ini. Hal tersebut mengingat kopi terbaik dipengaruhi oleh tempat penanaman, semakin tinggi dataran tempat menanam kopi maka semakin baik kualitas kopi tersebut. Pengembangan kopi Gayo sendiri banyak terdapat di tiga kabupaten di Aceh. Ketiga kabupaten tersebut adalah Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

2. Kopi Sidikalang - berasal dari Sumatera Utara, tepatnya di kabupaten Dairi. Wilayah ini juga menghasilkan Kopi Mandheling atau Mandailing. Keuntungan lahan penanaman yang terletak disepanjang bukit barisan yang kaya akan minera membuat kopi jenis ini menjadi salah satu kopi dengan kualitas terbaik. Kopi jenis ini tumbuh didaerah tinggi vulkanik dengan kadar viamin tanah tinggi, sehingga memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan kopi hasil Negara lain. Kopi jenis ini bahkan mampu bersaing dengan kopi asal Brasil.

3.  Kopi Toraja - Rasa khas kopi Toraja terbentuk oleh perpaduan tanah dengan kopi itu sendiri. Aroma khas dari kopi Toraja menjadikannya kopi dengan komoditi ekspor yang menggiurkan. Kopi ini mampu menghilangkan rasa pahit pada kopi secara cepat. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan asam yang rendah serta bobot dari kopi tersebut terhitung rendah.


4. Kopi Kintamani dari Bali - Kopi jenis ini bahkan berhasil menembus coffe shop ternama “starbucks”. Dataran tinggi tempat menjamurnya kopi jenis ini menjadikannya sebagai kopi dengan cita rasa terbaik. Sistem pengairan “subak” turut ambil bagian dalam hal kualitas dari kopi Kintamani itu sendiri.

5. Kopi Flores Bajawa - Kopi ini Flores berjenis kopi Arabika yang berasal dari daerah dataran tinggi di Ngada dengan ibukotanya Bajawa. Kopi Flores Bajawa, diproduksi oleh kelompok tani di kabupaten Ngada. Kopi ini mempunyai rasa yang cukup abadi dibanding kopi lainnya, begitu pula dengan aroma yang cukup bisa bertahan lama. Pahit dan asamnya terasa pas. Kopi Bajawa adalah kopi organik yang ditanam dan diolah di perkebunan rakyat. Menurut beberapa coffee cupper dari Amerika, kopi Bajawa ini bahkan rasanya lebih nikmat dari kopi Sumatra dan kopi Sulawes. Ciri khas secara umum dari kopi ini adalah kekentalan tinggi, keasaman rendah, memiliki citarasa coklat dan vanili dengan karamel alamiah

6. Kopi Wamena dari Papua - merupakan kopi yang tumbuh didaerah tertinggi  yaitu didaerah pegunungan Jayawijaya. Dengan suhu mencapai 15 derajat celcius, membuat kopi tersebut memiliki kualitas terbaik.
Dan beragam lagi varietas Kopi Arabika di Nusantara ini.

Mau bergabung dengan KOALISI ( Komunitas Kopi Arabika Asli Indonesia ) silahkan kunjungi di facebook kami.

sumber
sumber